Lompat ke isi utama

Berita

Generasi Muda Jangan Apatis! Bawaslu Banjarnegara Ajak Pelajar SMA N 1 Jadi Pengawas Partisipatif

sosialisasi pemula

Banjarnegara – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjarnegara menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Rabu, 18 Juni 2026, bertempat di Aula SMA Negeri 1 Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa-siswi kelas X dan XI sebagai upaya menumbuhkan kesadaran politik dan semangat pengawasan pemilu sejak dini di kalangan generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (Penindakan) Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Ratih Mutiara Permatasari, hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta. Ratih mengajak siswa-siswi untuk tidak bersikap apatis terhadap pemilu.

"Jangan apatis terhadap pemilu. Mulai dari menggunakan hak pilih dengan bijak, ikut melakukan pengawasan sesuai dengan peran masing-masing, hingga tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks," ujar Ratih di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, dalam pemaparannya Ratih juga mendorong para siswa untuk dapat berperan aktif dalam pengawasan partisipatif. Ia mengajak peserta untuk bergabung menjadi relawan pengawas partisipatif melalui berbagai program yang saat ini sedang digalakkan oleh Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, seperti Saka Adhyasta Pemilu dan Sekolah/Pendidikan Kader Pengawas Partisipatif.

Ratih berharap, dengan bergabung dalam forum-forum tersebut, para siswa dapat semakin memahami pentingnya pengawasan pemilu serta turut serta secara langsung dalam menjaga kualitas demokrasi di daerahnya.

Di akhir sesi, Ratih menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat menjadi pengawas partisipatif yang mampu menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilihan secara partisipatif di daerah masing-masing.

Melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Banjarnegara ini, Bawaslu Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk terus memperluas jaringan pengawasan partisipatif hingga ke tingkat pelajar, guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.