Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bawaslu Banjarnegara Ajak Jajaran Jaga Integritas dan Demokrasi

upacara kesaktian pancasila

BANJARNEGARA – Bawaslu Kabupaten Banjarnegara menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banjarnegara di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Banjarnegara (01/10/2026). Upacara berlangsung khidmat sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kelembagaan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Rinta Arief Laksono, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai ruang refleksi bagi setiap individu.


“Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum untuk bertanya kepada diri kita sendiri: sejauh mana Pancasila benar-benar hidup dalam pikiran, sikap, keputusan, dan tindakan kita? Pancasila harus kita hadirkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar Rinta dalam amanatnya.
Menurutnya, bagi jajaran Bawaslu sebagai aparatur penyelenggara pengawasan Pemilu, pengamalan Pancasila memiliki makna yang sangat konkret. Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam cara bekerja, mengambil keputusan, serta menjalankan tanggung jawab pengawasan.
Ia menegaskan bahwa demokrasi bukan sekadar tentang proses politik, tetapi juga tentang bagaimana perbedaan dapat dikelola tanpa menghilangkan persatuan.
“Demokrasi adalah tentang bagaimana kita mengelola perbedaan tanpa kehilangan persatuan,” tegasnya.


Dalam konteks pengawasan Pemilu, Rinta menyampaikan bahwa Bawaslu tidak hanya bertugas mengawasi tahapan Pemilu. Lebih dari itu, Bawaslu juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga agar demokrasi tetap berjalan dalam koridor nilai-nilai Pancasila.
Rinta kemudian mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Banjarnegara untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam bekerja.
“Jangan hanya berbicara tentang integritas, tetapi jadilah orang yang berintegritas. Jangan hanya berbicara tentang keadilan, tetapi hadirkan keadilan dalam setiap keputusan. Jangan hanya berbicara tentang demokrasi, tetapi tunjukkan bahwa kita adalah bagian dari orang-orang yang menjaga demokrasi,” katanya.
Ia menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa kekuatan Pancasila terletak pada pengamalannya.
“Karena pada akhirnya, Pancasila akan kuat bukan karena sering kita ucapkan, tetapi karena sungguh-sungguh kita amalkan,” pungkasnya.