Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banjarnegara Audiensi ke Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara, Perkuat Sinergi Edukasi Politik

audiensi DPRD

BANJARNEGARA – Bawaslu Kabupaten Banjarnegara melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Banjarnegara, pada Rabu (07/01/2025). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara, Slamet. Adanya audiensi ini bertujuan memperkuat sinergitas kelembagaan serta mendorong peran bersama dalam edukasi politik kepada masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Rinta Arief Laksono, menyampaikan bahwa sinergitas antara Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, DPRD Kabupaten Banjarnegara, dan partai politik selama ini telah berjalan dengan baik dan perlu terus dijaga, termasuk pada masa non-tahapan Pemilu 2026.

“Kami apresiasi terhadap sinergitas yang sudah terjalin. Terima kasih kepada partai politik karena sinergi juga diciptakan dari peserta partai politik. Di masa non-tahapan, kami berharap sinergi tetap terjaga dan Bawaslu bisa menjadi bagian, khususnya dalam pendidikan politik,” ujar Rinta.

Ia menegaskan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat dalam memberikan pendidikan politik. Oleh karena itu, Bawaslu berharap dapat dilibatkan dalam program-program yang dimiliki DPRD Kabupaten Banjarnegara.

“Tidak hanya saat Pemilu, di masa non tahapan ini, Bawaslu tetap memiliki peran dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi publik, terutama mendorong pemahaman masyarakat agar berani dan paham melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu,” tambahnya.

Rinta berharap, melalui audiensi tersebut, komitmen dan peran Bawaslu Kabupaten Banjarnegara dapat tersampaikan kepada seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Banjarnegara.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara, Slamet, menyambut baik audiensi yang dilakukan Bawaslu. Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan hal penting karena demokrasi berawal dari proses politik.

“Kami mengucapkan terima kasih. Apa pun harus bersinergi karena semuanya berawal dari politik. Pada Pemilu 2024, kami sangat terbantu dengan adanya kerja-kerja dari penyelenggara Pemilu” ujarnya.

Menurut Slamet, edukasi politik kepada masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan pelanggaran Pemilu. “Jika masyarakat sudah teredukasi, saya yakin pelanggaran Pemilu bisa diminimalisir. Harapannya ke depan masyarakat memahami Pemilu yang sehat sehingga pemimpin yang dihasilkan juga akan baik,” katanya.

Ia juga menyatakan akan menyampaikan ajakan dan harapan Bawaslu tersebut kepada fraksi-fraksi lain di DPRD Kabupaten Banjarnegara sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan politik di daerah.