Bawaslu Banjarnegara Koordinasi ke Lapas Kelas IIB, Pastikan Akurasi Data Pemilih Warga Binaan
|
Banjarnegara, 27 Februari 2026 — Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia Kabupaten Banjarnegara, Rinta Arief Laksono, didampingi Kasubag Pengawasan Pemilu dan Humas Fikry Hanif, Kasubag Administrasi Tamara Arindita, serta staf sekretariat Andrian Dwi Nugroho, melaksanakan koordinasi ke Lapas Kelas IIB Banjarnegara pada Jumat (27/02/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan uji petik sekaligus koordinasi pendataan warga binaan terkait status hak pilihnya sebagai bagian dari proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Dalam kegiatan tersebut, rombongan Bawaslu Banjarnegara bertemu dengan Nurul Setyo Prihartanto.
Selain memastikan akurasi data pemilih, kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi guna menjamin pengawasan partisipatif tetap berjalan serta hak konstitusional warga negara tetap terpenuhi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan keterangan dari pihak Lapas, pada pelaksanaan pemilu sebelumnya, warga binaan pemasyarakatan yang memenuhi syarat tetap difasilitasi untuk menggunakan hak pilihnya. Proses pemungutan suara di lingkungan Lapas juga berjalan tertib dan kondusif sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak Lapas juga menyampaikan bahwa tidak terdapat narapidana yang dicabut hak pilihnya, sehingga secara prinsip seluruh warga binaan yang memiliki hak pilih tetap dapat berpartisipasi dalam proses pemilu.
Namun demikian, dalam diskusi terungkap bahwa akses informasi kepemiluan bagi warga binaan masih relatif terbatas. Informasi terkait pemilu umumnya diperoleh melalui kunjungan keluarga, media televisi yang tersedia di Lapas, serta komunikasi antar sesama warga binaan.
Pihak Lapas menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi kepemiluan dari penyelenggara pemilu memang pernah dilakukan di lingkungan Lapas. Namun, karena keterbatasan waktu dan kondisi, penyampaian materi belum dapat dilakukan secara mendalam, sehingga pemahaman warga binaan terhadap program dan gagasan calon peserta pemilu masih terbatas.
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Banjarnegara berharap sinergi dengan pihak Lapas dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung akurasi data pemilih serta pemenuhan hak pilih warga binaan pada Pemilu mendatang.