Perkuat Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Banjarnegara Koordinasi dengan KPU Terkait PDPB Triwulan I 2026
|
BANJARNEGARA– Dalam upaya menjaga kualitas dan integritas data pemilih di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjarnegara melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara pada hari ini, Rabu, 28 Januari 2026.
Koordinasi ini difokuskan pada pengawasan dan sinkronisasi pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap dinamika kependudukan—seperti pemilih pemula, perubahan status TNI/Polri, hingga pemilih yang telah meninggal dunia—tercatat dengan akurat dan akuntabel.
Fokus Utama Koordinasi
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor KPU Banjarnegara ini membahas beberapa poin krusial, antara lain:
* Aksesibilitas Data: Bawaslu menekankan pentingnya transparansi dan akses data bagi pengawas untuk memastikan proses pemutakhiran berjalan sesuai regulasi.
* Pemilih Potensial: Memastikan warga Banjarnegara yang telah genap berusia 17 tahun atau sudah menikah mendapatkan hak pilihnya secara otomatis dalam sistem.
* Pembersihan Data: Menghapus data pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk menghindari potensi data ganda atau data tidak akurat di masa mendatang.
Komitmen Bersama Penyelenggara
Kordiv SDMO dan diklat Bawaslu Banjarnegara Pursito menyatakan bahwa koordinasi di awal tahun ini merupakan bentuk pencegahan dini. "Data pemilih adalah fondasi dari demokrasi yang sehat. Kami hadir untuk memastikan KPU menjalankan proses PDPB ini secara komprehensif agar tidak ada warga negara yang kehilangan hak pilihnya," ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, KPU Banjarnegara menyambut baik kunjungan ini. KPU menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Bawaslu dan instansi terkait, seperti Dindukcapil, guna menghasilkan daftar pemilih yang valid dan mutakhir setiap triwulannya.
Harapan Ke Depan
Melalui koordinasi rutin ini, diharapkan Rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026 yang akan diplenokan nantinya dapat menghasilkan data yang akurat. Hal ini menjadi krusial mengingat akurasi data pemilih berkelanjutan akan menjadi basis utama dalam penyelenggaraan kontestasi politik di masa yang akan datang