Bawaslu Banjarnegara Dorong Partisipasi Publik untuk Wujudkan Pemilu Luberjurdil
|
Banjarnegara – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjarnegara hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat dan Peningkatan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Aspirasi Sireok, Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, pada Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan politik masyarakat serta memperkuat nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekitar, khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Melalui forum ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya peran aktif dalam proses demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, dalam pemaparannya menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan pemilu sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa partisipasi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang berasaskan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luberjurdil).
Selain itu, Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjalankan praktik demokrasi secara sehat. Dalam menghadapi pemilu mendatang, masyarakat diimbau untuk menentukan pilihan berdasarkan hati nurani, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan tertentu yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun merusak kualitas demokrasi.
"Pendidikan politik menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Melalui pendidikan politik yang baik, masyarakat tidak hanya memahami proses pemilu, tetapi juga mampu menilai informasi secara kritis serta berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi." ungkapnya
Dalam kesempatan tersebut, Sukarno juga mengingkatkan kepada peserta yang hadir untuk tidak bersikap apatis atau anti politik. Sikap anti politik justru dapat melemahkan demokrasi, karena partisipasi publik merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan bersama.
"Penguatan demokrasi sendiri tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan masyarakat, diharapkan tercipta sistem demokrasi yang lebih matang, partisipatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Banjarnegara." jelas Sukarno.
Melalui kegiatan ini, Sukarno berharap tidak hanya tercipta agenda seremonial semata, tetapi juga mampu menjadi sarana efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat serta meningkatkan pemahaman terkait pendidikan politik dan demokrasi. Lebih dari itu, partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat diniatkan sebagai bentuk ibadah demi mewujudkan kehidupan demokrasi yang lebih baik.