Bawaslu Banjarnegara Ikuti Kursus Orientasi Singkat Saka Adhyasta Pemilu, Perkuat Pengawasan Partisipatif Bersama Pramuka
|
Banjarnegara — Bawaslu Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan Kursus Orientasi Singkat (KOS) Saka Adhyasta Pemilu pada Kamis (23/4/2026) sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan Gerakan Pramuka. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, serta dihadiri pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara yang berperan sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabi) dan Pimpinan Saka (Pinsaka) Adhyasta Pemilu tingkat cabang.
Anggota Mabisaka, Nur Kholiq, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif yang dikolaborasikan dengan Pramuka diharapkan terus berkembang, termasuk dapat direplikasi di tingkat Bawaslu kabupaten/kota. Menurutnya, KOS menjadi langkah awal untuk menumbuhkan benih-benih partisipasi masyarakat, khususnya pada masa pasca-pemilu.
“Setelah Kursus Orientasi Singkat ini, akan diselenggarakan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Sebagian besar pesertanya merupakan pemilih pemula yang dipersiapkan untuk Pemilu 2029,” ujar Nur Kholiq.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Tengah yang juga Ketua Mabisaka Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan orientasi singkat mengenai peran dan fungsi saka, termasuk pemahaman tentang sistem demokrasi, pencegahan, pengawasan, serta penanganan pelanggaran.
Ia menegaskan, melalui kegiatan ini peserta juga diajak memahami berbagai gerakan yang dapat dijalankan melalui Pramuka untuk mendukung pengawasan partisipatif.
“Gerakan partisipatif sangat penting karena pada 2027 tahapan pemilu sudah mulai berjalan. Karena itu, pada 2026 ini kita harus melahirkan generasi yang melek demokrasi,” kata Amin.
Ia berharap peserta dari berbagai daerah dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas, kemudian menularkan pengetahuan yang diperoleh ke wilayah masing-masing guna memperluas semangat pengawasan partisipatif.
Di sisi lain, Ketua Kwarda Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter pengawas partisipatif. Menurutnya, pendidikan karakter tersebut mencakup nilai-nilai kebaikan, kemandirian, dan akhlak mulia yang terangkum dalam penguatan aspek spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.
“Pembekalan ini dilakukan pada usia 16 sampai 25 tahun. Selain karakter, peserta juga dibekali pengetahuan, keterampilan, kesadaran hukum, pencegahan, dan pengawasan pelanggaran pemilu,” ujarnya.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap demokrasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pemilu yang berkualitas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Banjarnegara Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Muh. Tolkhah Mansur, berharap adanya kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka dalam menciptakan ekosistem pengawasan pemilu yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Banjarnegara optimistis pengawasan partisipatif dapat semakin mengakar di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai pengawas pemilu masa depan.