Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banjarnegara Gandeng SMA N 1 Banjarnegara Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula

sosialisasi SMA Banjar

Banjarnegara – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjarnegara mengunjungi SMAN 1 Banjarnegara pada Senin (11/05/2026) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. Kunjungan yang berlangsung di ruang kepala sekolah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya dari kalangan pelajar yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Muh. Tolkhah Mansur, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam proses demokrasi. Menurutnya, pemilih pemula dari kalangan pelajar perlu mendapatkan pemahaman yang memadai tentang tahapan pemilu serta peran pengawasan yang dapat mereka lakukan.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala SMAN 1 Banjarnegara, Antono Ariwibowo, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi Bawaslu.

"Pendidikan pemilih pemula ini merupakan awal agar pelaksanaan pemilu selanjutnya dapat berjalan dengan sukses, karena siswa akan memahami rangkaian tahapan pemilu dan tugas pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu," ujar Antono.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana pelaksanaan sosialisasi pendidikan demokrasi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan terkait draf nota kesepahaman antara Bawaslu Kabupaten Banjarnegara dan SMAN 1 Banjarnegara. Penandatanganan nota kesepahaman itu direncanakan akan dilaksanakan melalui agenda terpisah dalam waktu dekat.

Kerja sama kedua pihak ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pencegahan pelanggaran dan sengketa pemilu di Kabupaten Banjarnegara, sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian pelajar untuk terlibat sebagai pengawas partisipatif di setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan politik di lingkungan sekolah, pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) disebut sebagai sarana pembelajaran demokrasi yang efektif. Kedua kegiatan tersebut dinilai mampu mensimulasikan proses pemilihan umum di tingkat sekolah secara edukatif, sehingga para pelajar tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam kehidupan berorganisasi.