Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banjarnegara Resmi Buka Kelas Demokrasi dan Penyelesaian Sengketa, Perkuat Sinergi dengan Dunia Pendidikan

kelas sengketa

Banjarnegara – Bawaslu Kabupaten Banjarnegara resmi membuka Kelas Demokrasi dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Banjarnegara pada Senin (3/8/2026) di Aula Bawaslu Kabupaten Banjarnegara. Program ini menjadi salah satu upaya Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi, kepemiluan, serta penyelesaian sengketa melalui pendekatan pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Lustono, beserta jajaran. Adapun peserta Kelas Demokrasi dan Penyelesaian Sengketa berjumlah 15 orang yang terdiri atas mahasiswa STIE Tamansiswa Banjarnegara dan siswa-siswi MAN 2 Banjarnegara. Selama pelaksanaan program, para peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran yang berlangsung selama lima hari di Kantor Bawaslu Kabupaten Banjarnegara.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, Rinta Arief Laksono, menegaskan bahwa Kelas Demokrasi dan Penyelesaian Sengketa merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi melalui pendidikan politik kepada generasi muda.

"Program ini bukan sekadar agenda sosialisasi, tetapi merupakan komitmen Bawaslu untuk menghadirkan pendidikan politik yang berkelanjutan. Kami ingin membuka ruang dialog antara penyelenggara pemilu dengan dunia akademik agar ilmu pengetahuan dan pengalaman praktik dapat saling memperkaya," ujar Rinta.

Lebih lanjut, Rinta berharap kehadiran peserta dalam forum tersebut tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengetahuan mengenai kepemiluan dan penyelesaian sengketa, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

"Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan generasi yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab. Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi di masa yang akan datang," tambahnya.

Sementara itu, Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Lustono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, Kelas Demokrasi dan Penyelesaian Sengketa merupakan implementasi nyata dari kerja sama yang telah terjalin antara STIE Tamansiswa Banjarnegara dengan Bawaslu Kabupaten Banjarnegara.

Ia berharap sinergi antara dunia pendidikan dan penyelenggara pemilu dapat terus diperkuat melalui berbagai program edukasi yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun pelajar.

"Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menindaklanjuti kerja sama yang telah dibangun antara STIE Tamansiswa Banjarnegara dan Bawaslu Kabupaten Banjarnegara. Saya berharap peserta yang mengikuti kelas ini dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, karena materi tentang demokrasi dan penyelesaian sengketa merupakan bekal yang sangat penting dalam memahami proses berdemokrasi," ungkap Lustono.