Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Banjarnegara Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif

Ketua Bawaslu Banjarnegara Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif

Ketua Bawaslu Kabupaten Banjarnegara menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat dan Peningkatan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjarnegara di Balai Desa Darmayasa, Kecamatan Pejawaran, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Darmayasa, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara H. Achmad Sriyadi, Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara, serta masyarakat Desa Darmayasa. 

Dalam penyampaian materinya, Ketua Bawaslu Banjarnegara, Rinta Arief Laksono menegaskan bahwa menjaga kualitas demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Menurutnya, pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, sehingga partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan proses demokrasi yang berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu, maka semakin besar peluang terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Ketua Bawaslu juga menyampaikan optimismenya bahwa demokrasi akan semakin kuat apabila masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga aktif mengawal jalannya pemilu secara bersama-sama.

Selain mengajak masyarakat berpartisipasi, Ketua Bawaslu Banjarnegara mengingatkan agar masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Menurutnya, satu laporan masyarakat dapat menjadi langkah penting dalam menjaga keadilan pemilu, sehingga setiap bentuk dugaan pelanggaran dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengakhiri pemaparannya, Ketua Bawaslu Banjarnegara mengajak seluruh peserta untuk mengambil peran sebagai penjaga demokrasi. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk mengawasi pemilu terus tumbuh, sehingga demokrasi di Indonesia semakin berkualitas. 

"Mari menjadi bagian dari penjaga demokrasi, bukan sekadar menjadi penonton di tepi jalan sejarah," pesannya kepada seluruh peserta kegiatan.